TAJAMKAN FUNGSI DETEKSI DINI, UNIT INTELKAM POLSEK PANCORAN EVALUASI HASIL KINERJA

p_20160128_084642.jpgPancoran – Mencermati dinamika situasi keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya diwilayah hukum Polsek Pancoran Polres Metro Jakarta Selatan agar diantisipasi dengan baik, pimpinan Polsek Pancoran haruslah mendapat input informasi seluas-luasnya. Hal tersebut dilakukan Kapolsek dalam mempertimbangkan dan memutuskan kebijakan yang efektif dan efisien. Oleh sebab itu, untuk mendapatkan informasi yang cepat dan akurat, maka pemberdayaan fungai intelijen Polsek Pancoran terus dikedepankan.

Mengupas terkait tugas dan tanggung jawab yang telah dilakukan oleh satuan tugasnya selama satu bulan kebelakang, Kanit Intel Polsek Pancoran Iptu I Nyoman Suka melakukan evaluasi hasil kinerja pada Kamis (04/02/2016) siang di ruang kerjanya.

“Saya selaku pimpinan Unit menyampaikan ucapan terimakasih dari pimpinan terkait hasil kerja kawan-kawan semua pada Januari kemarin. Namun jangan berpuas diri dahulu. Masih banyak tugas yang menanti kita dibulan ini dan bulan-bulan kedepannya,” ujar Nyoman membuka pertemuan.

“Bila berkaca pada situasi ideologi, politik, sosial, budaya dan keamanan secara umum saat ini, maka tantangan tugas kita semakin besar dalam menghimpun informasi guna disajikan kepada pimpinan.” ungkapnya.

Oleh karena itu, Kanit Intel yang sudah malang melintang diberbagai tempat dan situasi itu berharap kepada anak buahnya untuk selalu sensitif terhadap perkembangan situasi kewilayahan.

“Pasang mata, buka telinga, asah naluri dan perluas jaringan merupakan kunci kita dalam meraih kesuksesan dalam bertugas. Lakukan langkah-langkah deteksi dini dalam setiap potensi yang dapat menimbulkan kerawanan terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat diwilayah kita” tukas Nyoman.

Mengakhiri evaluasi hasil kinerja Unit Intelkam Polsek Pancoran pada siang itu, seluruh anggota sepakat dan berkomitmen untuk lebih meningkatkan hasil kerjanya dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi institusi Polsek maupun masyarakat yang membutuhkan.

Iklan

CEGAH AJARAN SESAT DAN RADIKALISME, WARGA RAWAJATI SEPAKAT HIDUPKAN KEMBALI SISKAMLING

img-20160130-wa0002.jpgPancoran – Seluruh aparatur pemerintahan dan warga Kelurahan Rawajati menyampaikan komitmennya untuk menolak segala bentuk ajaran sesat dan tindakan serta paham radikal berkembang diwilayahnya. Pernyataan tersebut disampaikan saat berlangsungnya kegiatan sosialisasi dan penyuluhan Siskamling oleh Kasubsi Binkamling Polda Metro Jaya Kompol H. Zainal Arifin malam ini, Jum’at (29/01/2016) di Aula Kantor Kelurahan Rawajati, Jakarta Selatan.

Sebanyak 56 peserta penyuluhan yang terdiri atas unsur RT, RW, tokoh agama dan tokoh masyarakat Rawajati kompak menyuarakan penolakkannya bilamana ada kelompok tertentu, baik yang mengatasnamakan agama atau organisasi kemasyarakatan mengajak untuk berbuat yang tidak sesuai dengan norma-norma agama dan aturan pemerintah.

img-20160130-wa0001.jpgLurah Rawajati, Adi K Prayogo didepan peserta penyuluhan turut menanggapi komitmen tersebut dengan menghimbau warganya untuk berperan serta aktif melaporkan segala bentuk penyimpangan atau kegiatan yang mencurigakan dilingkungan tempat tinggal. Hal tersebut sesuai dengan Pergub DKI Jakarta nomor 5 Tahun 2012 tentang Deteksi Dini, ungkap Lurah jebolan STPDN angkatan 2004 itu.

Dalam sambutannya, Adi juga menyampaikan perihal instruksi Mendagri terkait masa berlaku E-KTP yang sempat dipertanyakan masyarakat.

“Soal E-KTP, berlaku seumur hidup. Walaupun di kartunya tertera masa berlakunya, bapak ibu sekalian tidak perlu memperpanjang lagi bila melewati tanggal tersebut,” ujarnya.

Acara berlanjut dengan penyuluhan tentang perlunya menjaga keamanan lingkungan oleh Kompol H. Zainal Arifin. Dalam materi penyuluhannya, pejabat Dit Binmas Polda Metro Jaya tersebut menekankan bahwa masalah keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Sekuat apapun cara dan kemampuan Polri dikerahkan untuk menjaga keamanan, tanpa adanya peran serta masyarakat hasilnya tidak akan maksimal.

img-20160130-wa0000.jpgOleh sebab itu, H. Zainal mengajak seluruh masyarakat khususnya warga Rawajati untuk menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan atau biasa disebut Siskamling, guna menekan gangguan kamtibmas dilingkungannya.

Sedangkan Kanit Binmas Polsek Pancoran Polres Metro Jakarta Selatan Iptu H. Sriyana menyoroti masalah pemuda-pemudi yang sering kumpul-kumpul di atas fly over Kalibata. Dikarenakan dapat menimbulkan kerawanan kejahatan, H. Sriyana menghimbau warga Rawajati yang hadir untuk tidak mengijinkan putra-putrinya berkumpul disana.

Acara penyuluhan yang diselenggarakan berkat kerjasama Dit Binmas Polda Metro Jaya dan Polsek Pancoran Polres Metro Jakarta Selatan serta Kelurahan Rawajati sangat disambut positif warganya. Seperti yang disampaikan oleh Ahmad Musa, Ketua RW 04. Dirinya beserta Ketua-ketua RT dibawahnya akan menjalankan kembali program Siskamling secepatnya. Sehingga ruang gerak bagi pelaku-pelaku kejahatan semakin sempit.

POLDA METRO JAYA AJAK WARGA PANCORAN GALAKKAN KEMBALI SISKAMLING

IMG-20160122-WA0087Pancoran – Pasca terjadinya teror bom di Jalan MH. Thamrin beberapa waktu lalu, Polda Metro Jaya menghimbau warga DKI Jakarta untuk berperan serta dalam menjaga keamanan lingkungannya melalui Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) yang belakangan ini terasa meredup. Karena salah satu bentuk cegah tangkal dari benih-benih kejahatan, khususnya terorisme, biasanya dapat terdeteksi dari kegiatan siskamling.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Pembinaan Siskamling Direktorat Pembinaan Masyarakat (Kasi Bin Siskamling Dit Binmas) Polda Metro Jaya Kompol H. Zainal Arifin saat kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada tokoh masyarakat, agama dan perwakilan Rt/Rw se-kelurahan Pancoran, Jum’at (22/01/2016) malam di aula kantor kelurahan Pancoran, Jakarta Selatan.

IMG-20160122-WA0084“Masyarakat mempunyai hak dan kewajiban turut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara seperti yang diamanatkan dalam UUD 1945 Pasal 30 ayat (1). Dalam bentuk apa ? Yaa ikut serta dalam kegiatan siskamling salah satunya,” jelas H. Zainal dalam penjelasannya didepan sekitar 52 peserta penyuluhan.

Selanjutnya Kompol Zainal memaparkan bahwa tugas menjaga keamanan bukan hanya tugas dari para petugas berseragam, tapi juga tugas kita semua. Warga sebagai elemen penting juga harus ikut serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan. Kita tidak boleh memberikan kesempatan bagi kejahatan untuk terjadi, sehingga pihak-pihak yang ingin melakukan kejahatan akan melihat tidak ada kemungkinan untuk melakukannya. Demi kepentingan bersama, warga harus bersatu untuk melawan kejahatan.

IMG-20160122-WA0086Kegiatan penyuluhan yang turut di hadiri oleh Wakapolsek Pancoran Polres Metro Jakarta Selatan AKP Suyud, Kanit Binmas Polsek Pancoran Iptu H. Sriyana dan Lurah Pancoran A. Baihaqi, S.Sos memang terfokus pada masalah pemberdayaan masyarakat guna menciptakan rasa aman, nyaman dan tenteram.

Dalam sambutannya, Wakapolsek menyampaikan upaya-upaya yang telah dilakukan jajarannya dalam menekan kejahatan di wilayah Kecamatan Pancoran. Upaya tersebut bisa berupa tindakan preventif atau tindakan pencegahan, misalnya melaksanakan patroli pada lokasi dan jam rawan. Pergelaran razia di lokasi dekat pemukiman dan himbauan-himbauan kamtibmas. Sedangkan yang represif, berupa penangkapan terhadap pelaku-pelaku-pelaku kejahatan.

“Namun upaya Polsek Pancoran dalam menciptakan rasa aman tentunya akan lebih berhasil bila ditunjang dengan peran serta warganya,” ungkap Suyud.

Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Kompol Zainal dan AKP Suyud, Lurah Pancoran A. Baihaqi selain menginstruksikan pelaksanaan siskamling pada Rt/Rw, lurah juga mendorong warganya dan aparatur pemerintah lainnya yang ada dilingkup kelurahan Pancoran untuk mengoptimalkan penggunaan aplikasi Jakarta Smart City atau yang biasa di sebut Qlue.

Menurutnya, aplikasi Qlue bisa sangat membantu masyarakat. Bukan hanya laporan mengenai masalah got mampet, jalan rusak atau lampu jalan mati. Namun bisa juga melaporkan gangguan kamtibmas dilingkungannya yang nantinya akan dikoordinasikan dengan instansi Kepolisian untuk tindak lanjutnya.

PATROLI POLSEK PANCORAN BEKUK PENGAMEN BAWA SAJAM

DSC_0025PANCORAN – Petugas Patroli Polsek Pancoran berhasil mengamankan 2 orang pengamen yang membawa pisau dan diduga hendak memeras penumpang Kopaja S.616 pada Kamis (17/12/2015) sore.

AR (20th) dan AN (19th), 2 warga Lebak Bulus yang kesehariannya mengamen dibekuk petugas Patroli 4053 yang diawaki oleh Aiptu Nurkholis dan Bripka Djunaedi ketika turun dari Kopaja S.616 di Jl. Duren Tiga Raya. Menurut Bripka Djunaedi, penangkapan kedua orang tersebut atas laporan salah satu penumpang yang merasa terintimidasi akibat ulah AR dan AN yang meminta uang secara kasar.

“Saat kami sedang patroli, tiba-tiba ada seorang bapak turun dari Kopaja langsung menghampiri kami. Bapak itu bilang ada pengamen yang bikin resah penumpang.” terang Djunaedi kepada TriBrataNews Pancoran.

IMG-20151217-WA0018Petugas yang mendapat laporan itu pun langsung mengejar Kopaja S.616 yang berjalan mengarah ke Pancoran. Setibanya di lampu merah Duren Tiga, tanpa membuang waktu melihat kedua pengamen itu turun dari Kopaja, Aiptu Nurkholis dan Bripka Djunaedi menangkap dan memasukannya ke mobil patroli. Setelah dilakukan penggeledahan, ternyata ditemukan sebilah pisau yang rupanya sempat diselipkan di jok mobil oleh pelaku AR.

Karena tidak ada penumpang yang melapor tindak pemerasan yang dilakukan oleh kedua pengamen tersebut, akhirnya petugas hanya memproses AR yang kedapatan membawa senjata tajam tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

Terlepas dari kesigapan anggotanya menangkap pelaku kejahatan, Kapolsek Pancoran Kompol Aswin, S.Sos menerangkan bahwa keberhasilan tersebut diraih atas peran serta masyarakat juga.

Sedangkan terhadap AR, masih menurut Aswin, akan dijerat dengan Undang-undang Darurat No.12 tahun 1951 pasal (2) dengan ancaman penjara paling lama 10 tahun. Ryz/Hms.Panc

PROFIL : AIPTU EDI SUPRIANTO, KANIT PROVOS POLSEK PANCORAN

_20151205_121926PANCORAN – Provos, siapa yang tidak kenal dengan unit ini. Dengan baret biru langitnya dan dua senjata revolver bersilang sebagai simbolnya menjadikan salah satu fungsi di Kepolisian ini disegani dan ditakuti para oknum-oknum anggota kepolisian yang berbuat nakal. Dengan tugas dan tanggung jawabnya serta wewenang yang diberikan kepada Provos, membuat personel yang bertugas di “Polisinya polisi” tersebut terkesan kaku dan angker.

Namun semua pandangan itu akan segera terhapus bila kita mengenal sosok yang satu ini. Ya, dialah Aiptu Edi Suprianto, pejabat Kanit Provos Polsek Pancoran. Walau memiliki perawakan tinggi besar dan tegap serta muka yang dihiasi kumis tipis bukan berarti pria kelahiran Kudus, 49 tahun yang lalu ini pantas ditakuti. Pembawaannya yang tenang tidak menutupi sifat keramahannya pada siapapun._20151205_121855

“Saya ndak mau jadi Polisi yang ditakuti, mas. Lebih baik saya disegani oleh anggota lain dan masyarakat karena saya berbuat baik, daripada harus ditakuti dan menakut-nakuti orang,” ujar Aiptu Edi saat bertemu dengan TriBrataNewsPancoran di ruangannya.

img-20151204-wa0049Disinggung masalah sosok anggota Provos yang biasanya terkesan angker, Aiptu Edi berpendapat bahwa tidak semua anggota Provos harus berpenampilan seperti itu. Menurutnya, sejak berpisahnya Polri dari TNI dilanjutkan dengan adanya reformasi birokrasi Polri, telah terjadi perubahan dalam tata cara dan perlakuan terhadap anggota Polri yang melanggar hukum. Pada akhirnya perubahan tersebut mempengaruhi sikap dan penampilan anggota Provos.

“Meskipun setiap anggota Polri terikat dengan aturan-aturan dan prosedur kedinasan, namun bilamana anggota tersebut berbuat salah apalagi berbuat pidana maka akan diproses di peradilan umum,” jelasnya. “Makanya mas, sekarang itu Provos kalau menangani anggota yang bermasalah yaa ndak seperti jaman dulu. Ndak ada lagi itu yang namanya bag…big…bug saat pemeriksaan. Pokoknya sekarang lebih humanis, tapi ndak mengurangi kewibawaan kita”, lanjutnya dengan sedikit berkelakar.dsc_0209

Menyangkut masalah hobby, pria yang gemar wara-wiri dengan tunggangan roda duanya tersebut mengakui bahwa bilamana ada waktu dan kesempatan disela-sela tugasnya, maka beliau tidak segan mengajak rekan-rekan seprofesi ataupun club motor yang ada diwilayah Pancoran untuk touring. “Ndak sampai jauh-jauh, cukup sekitaran Jakarta-Bogor. Yang penting bisa melepas kepenatan dan bisa kumpul dengan teman-teman yang punya hobby sama”, ungkapnya.

Jiwa kebersamaan dan kepeduliannya memang tidak bisa bisa lepas dari kehidupan pria yang juga hobby mengkoleksi batu akik ini. Menurut penuturan Aiptu Edi, masih berbekas dalam ingatannya sekitar 25 tahun yang lalu, saat ditugaskan di Pos Pol Blok M dirinya bersama-sama Mas Gangsar membentuk sebuah komunitas untuk mengantisipasi tawuran pelajar disekitar Blok M. Dan hasilnya cukup signifikan.  Blok M yang saat itu terkenal menjadi ajang adu otot para pelajar, berubah menjadi tempat kongkow para pelajar guna mengapresiasikan kreatifitas.

_20151205_122005Jebolan sekolah bintara Polri tahun 1986 di SPN Lido atau yang biasa LIDO-7 tersebut, juga memiliki kemampuan beladiri yang patut dibanggakan. Berlatar belakang ilmu Beladiri Polri (BDP) dan Jiu Jitsu menjadikannya langganan instruktur ataupun panitia seleksi beladiri di tingkat Polres Metro Jakarta Selatan. Bahkan dirinya pernah didapuk menjadi wasit Nasional Jiu Jitsu beberapa tahun yang lalu.

Kini dalam 30 tahun pengabdiannya sebagai anggota Polri, Aiptu Edi Supriyanto memiliki harapan yang besar terhadap kemajuan institusi yang menghidupi dan membesarkannya tersebut.

“Harapan saya semoga kedepannya, Polri semakin profesional dan selalu mengedepankan pelayanan masyarakat dengan jiwa humanis sehingga masyarakat lebih mencintai Polri”, ujarnya. “Saya juga berpesan kepada seluruh rekan-rekan anggota Polri, bertugaslah sebaik mungkin dengan rasa tanggung jawab dan hindari perbuatan-perbuatan yang dapat mencoreng institusi Polri. Apalagi perbuatan itu melukai perasaan masyarakat’, pungkas Aiptu Edi Suprianto menutup perbincangan kami.

Ryz/HMS.Panc

Selamat Datang Di Blog Polsek Pancoran

KOMPOL ASWIN, S.SosTerimakasih telah mengunjungi Blog Polsek Pancoran.

Sebagai upaya lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, Polsek Pancoran akan terus berinovasi, salah satunya dengan membuat Blog tentang  Polsek Pancoran. Blog ini merupakan tindak lanjut dan respon kami terhadap masukan rekan-rekan melalui situs jejaring sosial Facebook yang telah kami luncurkan terlebih dahulu.

Besar harapan kami, Blog ini dapat bermanfaat bagi kita semua terutama dari segi pembinaan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) di lingkungan kita semua, khususnya dalam lingkup wilayah Polsek Pancoran.

Kami menyadari bahwa Blog ini jauh dari sempurna dan kami berharap lebih banyak masukan-masukan dari para pengunjung untuk meningkatkan pelayanan kami. Saran, kritik maupun informasi dengan senang hati kami terima.

Akhir kata…., Segenap jajaran Polsek Pancoran mengucapkan terima kasih banyak atas partisipasi anda dalam Blog Polsek Pancoran ini.

PELAYANAN TERPADU MALAM HARI KEC. PANCORAN

Spanduk

Spanduk Pelayanan Terpadu

 

Jum’at (08/04/2011), Muspika Pancoran mengadakan kegiatan pelayanan masyarakat yang diselenggarakan pada malam hari. Kegiatan tersebut meliputi Pembuatan SKCK, Perpanjang SIM, Nikah Massal, Khitanan Massal, Perpanjang KTP, Pembuatan NPWP dan Informasi Pajak, Pelayanan Kesehatan / KB Mandiri, Pelayanan Bank DKI, Sertifikasi Tanah dan Bangunan, dan lain-lain.

Dalam kegiatan yang bertema “ PELAYANAN TERPADU MALAM HARI KECAMATAN PANCORAN”, Polsek Pancoran memberikan pelayanan berupa pembuatan dan perpanjangan SKCK serta pembuatan laporan kehilangan. Personil yang dilibatkan antara lain dari Unit Intelkam, Unit Binmas, Polsubsektor TMPN Kalibata, Polsubsektor Kalibata Indah dan Unit Sabhara Polsek Pancoran.

Saat dimintai pendapatnya mengenai kegiatan tersebut, Kapolsek Pancoran, Kompol Dasuki Herlambang, S.iK menjelaskan bahwa kegiatan pelayanan terpadu yang melibatkan seluruh unsur Muspika dan dan instansi pemerintahan lainnya sangatlah positif. “Hal ini terlihat dari antusias warga yang datang ke lokasi guna mengurusi keperluan dokumen pribadi” ujarnya kembali.

Disinggung mengenai pelibatan Polsek Pancoran dalam kegiatan sejenis, Kapolsek Pancoran yang terkenal aktif di masyarakat tersebut berujar, “Kami siap mendukung upaya-upaya pemerintah khususnya Kecamatan Pancoran dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada warganya dengan menerjunkan personil-personil yang cakap dibidangnya dan peralatan yang kami punya.”

“Kebetulan program ini termasuk pula dalam Program Pelayanan Prima yang diluncurkan POLRI di tahun 2011, jadi kami siap melaksanakannya” sambung Kapolsek.

Inilah beberapa foto dari kegiatan tersebut :

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Berita terkait : http://selatan.jakarta.go.id/v2/?page=Berita&id=382

POLSEK METRO PANCORAN UNGKAP PEMALSUAN UANG

Jajaran Unit Reskrim Polsek Metro Pancoran berhasil menangkap dan mengamankan pelaku pemalsu uang dan pengedarnya. Menurut Kapolsek Metro Pancoran, Komisaris Polisi H. Erzan Alim, SH dalam press releasenya  disebutkan bahwa Polsek Metro Pancoran pada hari Kamis (20/08/2009) telah berhasil menangkap 6 pelaku yaitu SW (Pengedar), CN (Pengedar), TSM (Pengedar), SI (Pengedar & Pemalsu), SR (Pengedar & Pemalsu) dan NR (Pemalsu) dimana 2 pelakunya merupakan Ibu rumah tangga.

Keenam tersangka tersebut diamankan anggota Polsek Metro Pancoran dari beberapa tempat terpisah yaitu di Jagakasa (Jaksel), Depok dan Bogor serta berhasil diamankan uang palsu pecahan Rp.100.000; sebanyak 296 lembar dan uang palsu pecahan Rp.50.000; sebanyak 668 lembar dengan total keseluruhan uang palsu sebesar Rp.63.000.000; (Enam Puluh Tiga Juta Rupiah). Baca lebih lanjut