PATROLI POLSEK PANCORAN BEKUK PENGAMEN BAWA SAJAM

DSC_0025PANCORAN – Petugas Patroli Polsek Pancoran berhasil mengamankan 2 orang pengamen yang membawa pisau dan diduga hendak memeras penumpang Kopaja S.616 pada Kamis (17/12/2015) sore.

AR (20th) dan AN (19th), 2 warga Lebak Bulus yang kesehariannya mengamen dibekuk petugas Patroli 4053 yang diawaki oleh Aiptu Nurkholis dan Bripka Djunaedi ketika turun dari Kopaja S.616 di Jl. Duren Tiga Raya. Menurut Bripka Djunaedi, penangkapan kedua orang tersebut atas laporan salah satu penumpang yang merasa terintimidasi akibat ulah AR dan AN yang meminta uang secara kasar.

“Saat kami sedang patroli, tiba-tiba ada seorang bapak turun dari Kopaja langsung menghampiri kami. Bapak itu bilang ada pengamen yang bikin resah penumpang.” terang Djunaedi kepada TriBrataNews Pancoran.

IMG-20151217-WA0018Petugas yang mendapat laporan itu pun langsung mengejar Kopaja S.616 yang berjalan mengarah ke Pancoran. Setibanya di lampu merah Duren Tiga, tanpa membuang waktu melihat kedua pengamen itu turun dari Kopaja, Aiptu Nurkholis dan Bripka Djunaedi menangkap dan memasukannya ke mobil patroli. Setelah dilakukan penggeledahan, ternyata ditemukan sebilah pisau yang rupanya sempat diselipkan di jok mobil oleh pelaku AR.

Karena tidak ada penumpang yang melapor tindak pemerasan yang dilakukan oleh kedua pengamen tersebut, akhirnya petugas hanya memproses AR yang kedapatan membawa senjata tajam tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

Terlepas dari kesigapan anggotanya menangkap pelaku kejahatan, Kapolsek Pancoran Kompol Aswin, S.Sos menerangkan bahwa keberhasilan tersebut diraih atas peran serta masyarakat juga.

Sedangkan terhadap AR, masih menurut Aswin, akan dijerat dengan Undang-undang Darurat No.12 tahun 1951 pasal (2) dengan ancaman penjara paling lama 10 tahun. Ryz/Hms.Panc

Selamat Datang Di Blog Polsek Pancoran

KOMPOL ASWIN, S.SosTerimakasih telah mengunjungi Blog Polsek Pancoran.

Sebagai upaya lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, Polsek Pancoran akan terus berinovasi, salah satunya dengan membuat Blog tentang  Polsek Pancoran. Blog ini merupakan tindak lanjut dan respon kami terhadap masukan rekan-rekan melalui situs jejaring sosial Facebook yang telah kami luncurkan terlebih dahulu.

Besar harapan kami, Blog ini dapat bermanfaat bagi kita semua terutama dari segi pembinaan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) di lingkungan kita semua, khususnya dalam lingkup wilayah Polsek Pancoran.

Kami menyadari bahwa Blog ini jauh dari sempurna dan kami berharap lebih banyak masukan-masukan dari para pengunjung untuk meningkatkan pelayanan kami. Saran, kritik maupun informasi dengan senang hati kami terima.

Akhir kata…., Segenap jajaran Polsek Pancoran mengucapkan terima kasih banyak atas partisipasi anda dalam Blog Polsek Pancoran ini.

PELAYANAN TERPADU MALAM HARI KEC. PANCORAN

Spanduk

Spanduk Pelayanan Terpadu

 

Jum’at (08/04/2011), Muspika Pancoran mengadakan kegiatan pelayanan masyarakat yang diselenggarakan pada malam hari. Kegiatan tersebut meliputi Pembuatan SKCK, Perpanjang SIM, Nikah Massal, Khitanan Massal, Perpanjang KTP, Pembuatan NPWP dan Informasi Pajak, Pelayanan Kesehatan / KB Mandiri, Pelayanan Bank DKI, Sertifikasi Tanah dan Bangunan, dan lain-lain.

Dalam kegiatan yang bertema “ PELAYANAN TERPADU MALAM HARI KECAMATAN PANCORAN”, Polsek Pancoran memberikan pelayanan berupa pembuatan dan perpanjangan SKCK serta pembuatan laporan kehilangan. Personil yang dilibatkan antara lain dari Unit Intelkam, Unit Binmas, Polsubsektor TMPN Kalibata, Polsubsektor Kalibata Indah dan Unit Sabhara Polsek Pancoran.

Saat dimintai pendapatnya mengenai kegiatan tersebut, Kapolsek Pancoran, Kompol Dasuki Herlambang, S.iK menjelaskan bahwa kegiatan pelayanan terpadu yang melibatkan seluruh unsur Muspika dan dan instansi pemerintahan lainnya sangatlah positif. “Hal ini terlihat dari antusias warga yang datang ke lokasi guna mengurusi keperluan dokumen pribadi” ujarnya kembali.

Disinggung mengenai pelibatan Polsek Pancoran dalam kegiatan sejenis, Kapolsek Pancoran yang terkenal aktif di masyarakat tersebut berujar, “Kami siap mendukung upaya-upaya pemerintah khususnya Kecamatan Pancoran dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada warganya dengan menerjunkan personil-personil yang cakap dibidangnya dan peralatan yang kami punya.”

“Kebetulan program ini termasuk pula dalam Program Pelayanan Prima yang diluncurkan POLRI di tahun 2011, jadi kami siap melaksanakannya” sambung Kapolsek.

Inilah beberapa foto dari kegiatan tersebut :

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Berita terkait : http://selatan.jakarta.go.id/v2/?page=Berita&id=382

POLSEK METRO PANCORAN UNGKAP PEMALSUAN UANG

Jajaran Unit Reskrim Polsek Metro Pancoran berhasil menangkap dan mengamankan pelaku pemalsu uang dan pengedarnya. Menurut Kapolsek Metro Pancoran, Komisaris Polisi H. Erzan Alim, SH dalam press releasenya  disebutkan bahwa Polsek Metro Pancoran pada hari Kamis (20/08/2009) telah berhasil menangkap 6 pelaku yaitu SW (Pengedar), CN (Pengedar), TSM (Pengedar), SI (Pengedar & Pemalsu), SR (Pengedar & Pemalsu) dan NR (Pemalsu) dimana 2 pelakunya merupakan Ibu rumah tangga.

Keenam tersangka tersebut diamankan anggota Polsek Metro Pancoran dari beberapa tempat terpisah yaitu di Jagakasa (Jaksel), Depok dan Bogor serta berhasil diamankan uang palsu pecahan Rp.100.000; sebanyak 296 lembar dan uang palsu pecahan Rp.50.000; sebanyak 668 lembar dengan total keseluruhan uang palsu sebesar Rp.63.000.000; (Enam Puluh Tiga Juta Rupiah). Baca lebih lanjut

Humor Bag-2

Nasib itu Tak Logis

Nasrudin sedang berjalan-jalan dengan santai, ketika tanpa permisi ada orang jatuh dari atap rumah dan menimpanya. Orang yang terjatuh itu tidak terluka sama sekali, tetapi Nasrudin yang tertimpa malah menderita cedera leher. Ia pun diangkut ke rumah sakit.

Para tetangganya datang menjenguknya, mereka bertanya, ”Hikmah apa yang didapat dari peristiwa itu, Nasrudin?”

”Jangan percaya lagi pada hukum sebab akibat,” jawabnya. ”Orang lain yang jatuh dari atap rumah, tetapi leherku yang jadi korbannya. Jadi tidak berlaku lagi logika, ”Kalau orang jatuh dari atap rumah, lehernya akan patah!”

Orang Tolol

Nasrudin membawa serantang makanan dari pasar. Karena kurang hati-hati, rantang itu jatuh dan isinya tumpah berantakan.

Segara saja datang orang-orang berkerumun. ”Hai para tolol,” teriak Nasrudin sambil memungut rantang-rantangnya, ”Apa kalian belum pernah melihat orang tolol?”

Belajar Musik

Pada suatu hari Nasrudin mendengar ada seorang muda yang bia bermain musik dengan amat bagus. Ia pun tertarik untuk belajar musik. Keesokan harinya, ia pergi ke kota dan menemui guru musik kenamaan.

”Tuan, saya ingin belajar musik, berapa bayarannya?”

Guru itu sejenak melihat wajahnya, sebelum akhirnya menjawab,”Murid-muridku membayar tiga dirham untuk bulan pertama, dan kemudian untuk tiap bulan berikutnya membayar satu dirham.

Nasrudin berpikir sejenak dan kemudian berkata, ”Baiklah,” katanya, ”Saya akan mulai kursus pada bulan kedua saja.”

SISKOMPAN

siskompan

Apa itu SISKOMPAN..???

SISKOMPAN kependekan dari Sistem Komunikasi Masyarakat Pancoran, yang beranggotakan warga yang berdomisili di wilayah kecamatan Pancoran Jakarta Selatan. SISKOMPAN adalah Nama Lain dari POKDAR KAMTIBMAS yang merupakan Mitra Kerja POLRI

Tugas SISKOMPAN

SISKOMPAN adalah Mitra dari POLRI, dalam hal ini POLSEK Metro Pancoran Jakarta Selatan. Tugasnya membantu semua tugas Polisi dalam mengamankan wilayah, khususnya di wilayah hukum Pancoran Jakarta Selatan.

Bukan sebagai mata-mata daripada POLISI, melainkan turut menjaga kondisi wilayah untuk selalu kondusif, yang mana dengan segala keterbatasan Personel POLRI tidak bisa menjangkau atau menjaga terus menerus, oleh sebabnya keberadaan SISKOMPAN membantu tugas-tugas POLRI.

Aggota SISKOMPAN

Anggotanya siapa saja yang berdomisili di wilayah Pancoran Jakarta Selatan.

Setiap anggota SISKOMPAN melengkapi diri dengan perangkat HT (Handy Talki) guna memudahkan komunikasi, baik antar anggota, kepada anggota POLRI (Polsek Metro Pancoran) Baca lebih lanjut

Kado Ramadhan

lilinSedikit tergesa-gesa, saya naiki tangga pintu keluar stasiun Tsukiji. Khawatir terlambat, saya lirik jam di pergelangan tangan. Alhamdulillah masih banyak waktu yang tersisa rupanya. Sudah dua bulan saya berkerja part time di salah satu perusahaan Jepang di daerah ini. Untuk menjaga citra baik sorang muslimah, kata terlambat sangat saya hindari.

Saya percepat langkah dengan merapatkan baju hangat mengusir angin dingin di musim gugur. “Hmm … puasa hari ke dua di musim gugur,” gumam saya.

Penasaran dengan penampilan, saya lirik kaca jendela mobil yang sedang terparkir. Sedikit saya rapikan jilbab dan gamis. Tiba-tiba, dari arah belakang, seseorang mencolek bahu saya. Saya palingkan wajah dengan memasang senyum malu.

“Mareeshia no kata desuka” (Orang malaysia ya)?, seorang ibu setengah baya bertanya.

“Bukan saya orang Indonesia,” jawab saya masih dengan senyum malu.

Sedikit lega, ternyata yang mencolek bahu saya bukanlah pemilik mobil. Dari pertanyaan ringan tersebut, kami saling memperkenalkan diri dan bercerita penuh keakraban. Ibu yang bernama Mariko tersebut menjelaskan bahwa anak perempuannya sudah lima tahun bekerja di Malaysia. Saat melihat saya, Mariko-san, begitu saya panggil ibu itu, tiba-tiba teringat pada anaknya.

Dalam pembicaraan, tiba-tiba Mariko-san bertanya “Saya dengar hari ini bulan puasa, pasti terasa berat yah,” ucapnya bersimpati. Baca lebih lanjut