DSCN2463 copy

KAPOLSEK PANCORAN SOSIALISASIKAN KAMSELCAR LANTAS KEPADA PELAJAR

Kapolsek Pancoran, Kompol I Nengah Adi Putra S.iK saat memberikan arahan kepada siswa-siswi SMK Walisongo mengenai keamanan, keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Doc : Polsek Pancoran

Kapolsek Pancoran, Kompol I Nengah Adi Putra S.iK saat memberikan arahan kepada siswa-siswi SMK Walisongo mengenai keamanan, keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Doc : Polsek Pancoran

PANCORAN -Tingginya jumlah kasus kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pelajar, diyakini akibat rendahnya kepatuhan dan kemampuan berkendara. Bahkan 90 persen di antara pelajar yang melanggar lalu lintas itu tidak mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM). Berawal dari pelanggaran-pelanggaran itu maka bisa mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Menurut data Dirlantas Polda Metro Jaya, selama tahun 2012 saja telah terjadi 8.020 kasus kecelakaan lalu lintas dimana sebanyak 487 kasus melibatkan pelajar. Hal ini cukup memprihatinkan mengingat banyak dari mereka belum memiliki kemahiran berkendara dan belum memiliki SIM.

Berkaca dari data kecelakaan tersebut, Polsek Pancoran terus giat mensosialisasikan keselamatan berlalu lintas bagi para pelajar di wilayah hukumnya.

Seperti yang dilakukan Senin (11/11) pagi ini oleh Kapolsek Pancoran, Kompol I Nengah Adi Putra S.iK di SMK Walisongo, Kalibata, Jakarta Selatan. Hadir sebagai pembina upacara di sekolah tersebut, Kapolsek berkesempatan menjelaskan pentingnya keamanan, keselamatan dan kelancaran berlalu lintas kepada para siswa-siswi SMK Walisongo.

“Pastikan dahulu kita sudah siap untuk berkendara. Sudah lengkap kah surat-surat kendaraan kita ? Punya SIM kah kita ? Laik jalan atau tidak kendaraan kita ? Sudah pas atau belum helm yang kita pakai ? Semuanya harus kita periksa dahulu,” ujar Kapolsek.

“Adik-adik juga harus siap mental dalam berkendara. Dalam arti,attitude berkendara harus juga dipahami. Sopan dijalan, menghargai pengguna jalan yang lain dan mematuhi semua rambu-rambu lalu lintas. Semuanya untuk keselamatan adik-adik,” lanjut Kapolsek.

Selanjutnya,  Kapolsek menjelaskan alasannya di hadapan 775 siswa-siswi SMK Walisongo mengapa semua pengendara harus memenuhi unsur-unsur yang telah disebutkan. Selain untuk keamanan dan keselamatan si pengendara, kelancaran berlalu lintas pun akan terwujud.

Ditemui usai memberikan arahan dan sosialisasi, Kompol I Nengah Adi Putra S.iK menyampaikan kepada Humas Pancoran bahwa pentingnya pengetahuan berlalu lintas yang baik kepada pelajar agar mereka paham bahwa keamanan, keselamatan dan kelancaran berlalu lintas juga menyangkut nyawa pengguna jalan yang lain.

Sedangkan menurut Kepala SMK Walisongo, Ibu Elviera Guntarti, SH. MPd, pendidikan sejak dini kepada para pelajarnya mengenai cara berlalu lintas yang baik dan benar sangat diperlukan agar kelak mereka turut menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

Sebelum meninggalkan SMK Walisongo, Kapolsek berfoto bersama dengan para guru dan siswa-siswi sebagai kenang-kenangan. HMS Panc.

DSCN2493 DSCN2473 copy DSCN2463 copy

Polda Metro Jaya Gelar Operasi Ketupat Jaya 2009

Ilustrasi Apel Ops Ketupat 2009Menjelang bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya akan menggelar operasi ketupat jaya. Operasi digelar dalam rangka pengamanan mudik Lebaran 2009.

Wakil Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Yaya Ahmudiarto mengatakan, operasi ketupat jaya akan digelar pada H-8 hingga H+8 Lebaran.

Operasi yang digelar selama Ramadhan ini juga dilakukan untuk mengamankan sejumlah titik rawan menjelang buka puasa, saat salat tarawih, dan saat sahur.

Aparat kepolisian juga akan menindak tegas balapan liar saat bulan Ramadhan yang marak di beberapa wilayah Ibu Kota seperti Kemayoran. “Sanksi tegasnya, ya kita tilang, menahan kendaraannya, bahkan akan kita panggil orang tuanya, agar ada unsur edukatifnya,” ujarnya.

Viva News (21082009)